Membangun sebuah ruang interior adalah memanfaatkan setiap elemen ruang yang dimiliki ruang tersebut. Salah satunya adalah garis vertikal yang dibentuk oleh elemen ruang atau garis itu sendiri. Ide ini pula yang kemudian menempatkan garis tersebut menjadi titik sentral disain.
Perencanaan disain interior ini dimulai untuk membangun karakter tersebut. Karakter itulah yang kemudian dibawa kepada perencanaan beberapa elemen interior, diantaranya perencanaanya mebel dan dinding. Pada kedua elemen interior inilah, pembentukan karakter garis vertical memperoleh perhatian lebih. Selanjutnya melalui kedua elemen tersebut, perencanaan interior dikembangkan menjadi sebuah ruang interior yang menyenangkan melalui permainan ornamen yang cantik.
Berkaitan dengan pencapaian kenyamanan bagi pemakai ruang, penataan furnitur memisahkan ruang berdasarkan jenis aktifitasnya. Fokus utamanya dilekatkan kepada pembentukan ruang keluarga yang kompak. Sedangkan ruang lainnya (ruang makan dan dapur) menjadi ruang pendukung bagi aktifitas utama tanpa melepaskan keterkaitan dengan kedua ruang tersebut.
Dan inilah yang semestinya dimilki sebuah ruang keluarga yang baik. Semangat kekeluargaan dapat dibangun melalui sebuah keterbukaan dalam sebuah hunian yang sehat.
Sebuah ruang terbuka khususnya ruang terbuka yang dapat diakses oleh publik haruslah mampu mengikat para pemakai ruang tersebut dalam kebersamaan yang menyenangkan. Dalam ruang terbuka publik terdapat beberapa kegiatan yang dipertimbangkan dalam perencanaan lansekap. Diantaranya seperti relaksasi, interaksi antar individu, atau jogging. Kadang-kadang ruang publi juga diperginakan untuk kegiatan-kegiatan tertentu seperti senam bersama atau kegiatan massal lainnya.
Untuk menampung kegiatan sebagaimana disebutkan di atas, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemberian sirkulasi yang cukup. Ini mengandung pengertian bahwa ruang terbuka publik haruslah memberikan sirkulasi yang seluas-luasnya dalam perencanaannya. Disain ruang terbuka berikut ini menerapkan prinsip-prinsip sebagaimana disebutkan di atas. Penyelesaiannya sebenarnya cukup sederhana, yaitu menggunakan vegetasi dengan karakter pertumbuhan secara vertikal, seperti palem raja. Untuk menyeimbangkan karakter vertikal tersebut pada beberapa titik diletakkan tanaman-tanaman dengan ketinggian tajuk setinggi mata manusia. Dan vegetasi yang digunakan pun masih mengggunakan tanaman dengan memiliki karakter vertikal. Penyelesain seperti ini cukup menjawab kebutuhan sirkulasi yag bicarakan sebelumnya.
Sisanya tinggal penyelesaian aksentuasi dalam perencanaanya. Disan lansekap ini menempatkan sebuah air mancur (water fontain) yang diletakkan tepat di titik central ruang terbuka publik tersebut. Tujuannya adalah untuk mengikat seluruh unsur disain dan menciptakan dinamika yang diciptakan suara gemericik air mancur.
Keberadaan sebuah lampu taman memiliki peranan penting dalam perencanaan sebuah taman. Ada beberapa pilihan yang dapat digunakan, tergantung penempatannya. Untuk pencahayaan pada seluruh taman dapat menggunakan lampu dengan ketinggian di atas mata manusia. Untuk mencapai efek romantis pada beberapa bagian dapat digunakan lampu yang ketinggiannya di bawah mata manusia. Sedangkan jika yang dibutuhkan adalah efek dramatis pada bidang atau tanaman yang ditonjolkan, kita dapat menggumnakan lampu spot. Jenis lampu yang terakhir ini banyak digunakan untuk menciptakan dinamika pada taman yang sedikit rata.
Disain lampu taman berikut ini memiliki spesifikasi disain yang cukup unik. Disain ini membagi selurun bagian lampu taman menjadi dua bagian, yaitu bagian penopang dan pemegang lampu. Bagian penopang merupakan struktur penyangga pemegang lampu. Pada bagian ini diberikan ornamen-ornamen tradisional (geometric ornament), berupa ornamen kelopak bunga yang dibuat berulang-ulang (repetisi) di seluruh bagian dinding penopang.
Sedangkan bagian pemegang lampu menggunakan struktur besi tempa. Pada ujung struktur ini diletakkan rumah lampu. Seluruh bagian pemegang lampu ini diberikan ornament ukir, yang merupakan stilasi dari tumbuhan bunga. Sehingga secara keseluruhan lampu ini merupakan penggayaan dari tanama berbunga yang sedang mekar kelopaknya.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai perencanaan showroom (ruang pamer) furnitur. Hal yang paling mendasar dalam perencanaan ruang pamer adalah organisasi sirkulasi pemakai ruang dan penempatan furniture yang dipamerkan. Ini menjadi penting karena sirkulasi pemakai ruang yang baik akan mempengaruhi kenyamanan pengunjung showroom.
Disain showroom ini memberikan area sirkulasi yang cukup memadai, sekitar 50% pemakaian ruang showroom digunakan untuk fungsi sirkulasi. Dengan cara ini kita dapat memberikan keleluasaan pengunjung untuk melihat atau memperhatikan funitur sebelum memutuskan untuk membelinya.
Pada bagian selanjutnya adalah pengaturan penempatan furnitur. Penepatan furnitur yang dipajang dalam perencanaan showroom ini tidak memaksakan ruang untuk menampung suluruh furnitur dalam showroom. Pemilihan furniture yang dipanjang pun berkisar pada furniture yang memiliki keunggulan atau memilki citra tertentu yang melekat kepada showroom. Demikian pula juga penyelesain dindingnya. Perencanaan finishing terkait erat dengan penyelsain akhir furnitur yang dipasang. Finishing dinding showroom mengunakan warna yang lebih halus, untuk memberikasn keseimbangan terhadap kekuatan warna yang lebih kuat yang dimiliki furnitur.
Pencahayaan dalam showroom lebih mengacu pada efek estetika furnitur yang dipamerkan. Pada bagian furnitur yang dipamerkan diberikan sorot pencahayaan yang tertuju langsung pada bidang pamer. Dengan demikian showroom akan tampak sebagaian luksan indah yang penuh dinamika.
Disain interior adalah keseimbangan, jika semuanya elemen tampak sama-sama kuat, maka akan menghilangkan keindahannya.
Sebuah ruang yang memiliki dimensi terbatas dapat direncanakan menjadi ruang yang multi fungsi atau penggabungan dari beberapa ruang. Keterbatasan dimensi seharusnya tidak boleh menjadi kendala memperoleh hunian yang nyaman. Disain berikut ini memadukan ruang keluarga dan ruang makan dalam sebuah ruang yang terpadu. Untuk tujuan tersebut ruang ini terbagi dalam dua area kegiatan yang jelas, yaitu ruang keluarga dan ruang makan beserta elemen-elemen pendukung yang mengikutinya.
Kedua ruang ini diikat oleh tema interior yang kuat, yaitu spirit yang dibangun melalui pemilihan dan penggunaan elemen interior yang memiliki karakter membangun siprit. Hanya yang berbeda adalah tekanan karakter ini di dalam area keluarga diberikan lebih kuat. Sehingga ruang serbaguna ini akan tampak sebagai sebuah ruang yang memiliki gradasi siprit yang menyenangkan.
Keistimewaan disain interior dengan karakter seperti ini adalah dapat membangun keceriaan dan semangat kekeluargaan dalan hunian yang bersangkutan. Yang dbutuhkan dalam sebuah keluarga buykanlah sebuah ruang yang mewah tetapi sebuah ruang dapat membangun kebersamaan dan siprit kerukunan yang kuat. Demikianlah, dalam sebuah ruang yang berdimensi terbatas, Anda pun berhak memperoleh kebahagiaan dalam keluarga Anda.
Setiap rumah membutuhkan sebuah area relakasi yang dapat meyeimbangkan fungsi rumah. Area ini dapat berupa sebuah taman yang asri. Karena itulah sebuah hunian membutuhkan sebuah taman betapapun dimensi yang dimiliki sangat terbatas.
Disain berikut ini menawarkan konsep perencanaan taman yang dapat diterapkan pada sebuah area yang terbatas. Pembentukan karakter taman dibagi menjadi beberapa bagian, Yaitu pembentukan kontur tanah, penentuan vegetasi (tanaman) yang digunakan dan pemebentukan elemen keras.
Bagian yang pertama adalah pembentukan kontur tanah. Semula karakter kontur tanah adalah rata, tidak memiliki dimensi yang dibutuhkan untuk perencanan. Karakter ini kemudian diubah sehingga kontur tanah yang semula rata menjadi berbeda (mempunyai perbedaan dimensi). Hal inilah dibutuhkan pertama kali. Kontur tanah yang variatif akan memiliki nilai tambah lebih, terkait dengan penentuan vegetasi yang digunakan.
Setelah pembentukan kontur tanah, bagiann berikutnya adalah penentuan vegetasi. Terdapat tiga kelompok tanaman yang digunakan, yaitu kelompok peteduh, kelompok perdu dan kelompok penutup tanah (ground cover). Kelompok peteduh terdiri dari duan tanaman tinggi yang memiliki tajuk cukup lebar, yaitu tabae buaia dan palem. Kedua tanaman ini dipilih karena memilki beberapa kelebihan. Tabae bueia memilki struktur batang yang indah dan tajuk yang tidak rapat, disampng bunga dari tanaman ini yang berwarna kuning juga memilki keindahan tersendiri. Sedangkan pemilihan palem karena tanaman ini dapat memberikan akses visual menuju teras secara langsung. Kelompok tanaman yang kedua adalah perdu. Kelompok tanaman ini terdiri dari beberapa puring yang dletakkan berjajar/berderet. Sedangkan kelompok tanaman ketiga merupakan tanaman penutup tanah. Kelompok ini terdiri dari tanaman bayam merah dan rumput jepang. Selain ketiga kelompok tanaman ini disain taman ini juga memberikan beberapa jenis tanaman hias lainnya, diantaranya dalah adenium, agave americana, dan thypha. Keseluruhan tanaman ini membentuk taman menjadi area relaksasi yang asri. Demikian juga dengan dinamika vegetasi maupun kontur tanah menjadikan taman ini tidak membosankan.
Bagin yang terakhir adalah pembentukan elemen keras. Tujuan dari hal ini adalah menyeimbangkan karakter vegetasi yang mendominasi seluruh disain. Elermen keras dalam perencanaan ini terdiri dari batu artivisial yang dletakkan sebagai bagian dari penempatan tanaman peteduh tabae bueia dan lampu taman yang struktur penyangganya menggunakan besi tempa.
Keseluruhan ini tampil menarik dlam sebuah area yang terbatas. Mengkobinasikan setiap karakter untuk kesatuan disain yang utuh. Sehingga taman dapat tampil menarik meskipun menggunakan dimensi yang terbatas.
Tidak selamanya kita dapat menemukan sebuah hunian yang memiliki ruang cukup luas untuk merencanakan sebuah ruang makan yang kita harapkan. Jika Anda menemukan sebuah ruang yang sempit untuk merencanakan sebuah ruang makan yang fungsional, apa yang Anda pikirkan. Ingatlah, kekuatan disain tidak tergantung kepada luas atau sempitnya dimensi sebuah ruang, tetapi kreatifitas yang mengikuti perencanaannya. Berikut ini adalah sebuah disain ruang makan yang menawarkan pemanfaatan ruang untuk menampung segala kegiatan yang dilakukan di meja makan.
Ruang makan ini berada di ruang antara yang mengikat dapur, lavatory, ruang keluarga dan ruang tidur anak. Sehingga sangat beresiko akan bersinggungan dengan jalur sirkulasi pemakai ruang. Titik point perencanaan ruang makan ini adalah pembagian yang jelas antara area sirkulasi dan area meja makan. Area meja makan memanfaatkan bagian ruang yang menjorok kepada dinding ruang tidur anak. Pada bagian ini diletakkan sebuah meja makan dinding yang dapat digunakan tiga orang sepanjang dinding tersebut hingga batas pintu masuk ruang tidur anak. Meja ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan masakan atau peralatan pecah belah yang digunakan untuk makan dan minum. Setiap bagian mebel dibuat sebagai area penyimpanan untuk beberapa barang dengan ukuran yang berbeda. Untuk menguatkan fungsi sebagai area penyimpanan, perencanaan disain interior ruang makan ini menyertakan almari dinding hingga menyentuh bidang plafond. Bahkan perencanaan almari ini menjadi kesatuan dengan perencanaan plafond. Almari ini meyediakan ruang penyimpanan yang lebih luas lagi.
Sadangkan perencanaan kursi makan yang memilih menggunakan struktur besi tempa yang dikombinasikan dengan upholsthery bertujuan untuk mengurangi kesan sempit yang dimiliki ruangan ini. Pemilihan mebel ini menggunakan warna yang cerah (kuning) untuk menciptakan suasana segar dan menyeimbangkan karakter yang dibawa oleh meja makan. Usaha menyeimbangkan kekuatan warna tersebut kemudian diperkuat dengan pemakaian warna biru muda untuk dinding. Dengan demikian ruang makan ini mampu tampil dengan kenyamanan dan optimalisasi fungsi melalaui setiap bagian interior yang ditampilkan.
Perencanaan interior ruang makan ini berusaha mewadahi berbagai kegiatan sebuah ruang makan dalam sebuah interior yang terpadu, untuk memgantisipasi keterbatasan ruang. Ingatlah, berapapun luas ruang makan yang kita miliki, kita tetap memilki hak untuk dapat menikmati makanan atau minuman dalam suasana yang menyenangkan.